MADRASAH
DALAM TINJAUAN HISTORIS
PADA ISLAM KLASIK
1. Jenis Institusi Pendidikan Islam
· Jenis institusi pendidikan Islam menurut Abdul Ghani Abud dalam fii al-tarbiyah al-islamiyah, adalah (1) Dar Al-arqam, (2) Masjid, (3) al-Kuttab, (4) halaqoh al-jawami’ (am-madrasah).
· Jenis institusi pendidikan Islam menurut Ahmad Tsalby adalah ada dua jenis :
(a) Pra Madrasah
§ الكتاب لتعــليم القـــراءة والكتــــابة
§ الكتاب لتعليم القران و مبادئ الإســلام
§ التعــليم الاولى بالقــصور
§ حوانيت الوارقــين
§ منازل العــلماء
§ الصالونات الادبية
§ البادية
§ المســجــد
(b) Madrasah
· Jenis institusi Pendidikan Islam menurut George Makdisi adalah ada dua jenis:
(a) Pra madrasah
§ Exclusif (majlis / masjid agung, jami’ / halaqoh)
§ Inclusif (perpustakaan, rumah sakit)
(b) Madrasah
2. Asal mula munculnya madrasah
· Latar belakang pindahnya institusi pendidikan Islam dari Masjid ke Madrasah menurut Ahmad Tsalby, adalah
terjadi secara langsung,
mengingat bahwa :
(a) Pendidikan di Masjid dianggap telah mengganggu fungsi utama lembaga itu sebagai tempat ibadah.
(b) Berkembangnya kebutuhan ilmiah sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan.
(c) Timbulnya orientasi baru dalam penyelenggaraan pendidikan. sebagian guru mulai berfikir rizqi melalui pendidikan.
· Latar belakang pindahnya institusi pendidikan Islam dari Masjid ke Madrasah menurut George Makdisi, adalah
terjadi secara tidak langsung,
tetapi melalui perantara masjid khan, yakni masjid yang dilengkapi dengan khan (tempat penginapan yang cukup. Dengan demikian “madrasah adalah sebagai tempat untuk menyatukan kelembagaan antara masjid biasa dan khan, yang didalamnya terdapat ruang belajar, masjid khan, masjid biasa.
Masjid Biasa Masjid Khan Madrasah
Abad 8-9 M Abad 10 M Abad 11 M
§ Hasanawiyah al-kurdi mendirikan 3000 masjid khan.
§ Perkembangan madrasah dalam polanya yang utuh dipelopori oleh nidzam al-mulk tahun 457 dan selesai tahun 459 yaitu madrasah nidzamiyah.
§ Hasan Muhammad hasan dan Nadiyah Jamaludin menyebutkan dalam madaris al-tarbiyah fi al-hadarah al-islamiyah , bahwa :
Madrasah adalah tradisi system pendidikan yang bercorak fiqih. (pada zaman abbasiah di
(1) Institusi Filsafat : dar al-hikmah, al-muntadiyat, hawanit al-wariqin.
(2) Institusi Tasawuf : zawiya, masjid, ribat, halqoh dan al-dizkir
(3) Institusi Syiah : darul hikmah, al-masjid
(4) Institusi Kalam : al-masjid, al-maktab, hawanit al-wariqin, al-muntadiyat
(5) Institusi Fiqih : al-katatib, al-madaris, al-masjid.
3. Madrasah Nidzamiyah di Bagdad
Mulai didirikan 457 dan selesai 459 H
(akhir abad 4 H awal abad 5 H)
· Madrasah Nidzamiyah didirikan oleh Nidzam al-Mulk, letaknya di pinggir sungai Dajlah
· Motivasi Pendirian madrasah Nidzamiyah,
(a) Motivasi Agama
(b) Motivasi Ekonomi
(c) Motivasi Politik
· Tujuan Madrasah Nidzamiyah, adalah :
(d) menyebarkan pemikiran Sunni untuk menghadapi syiah.
(e) Meyediakan guru-guru Sunni yang cakap.
(f) Membentuk kelompok Sunni yang berpartisipasi dalam menjalankan kepemerintahan.
· Status Madrasah Nidazmiyah menurut George Makdisi,
Madrasah Nidzamiyah adalah lembaga Pendidikan Islam Sunni.
Madrasah Nidzamiyah adalah milik perorangan, bukan milik pemerintah. Sebab madzhab Madrasah Nidzamiyah adalah Madzhab Sunni (Syafi’I dan Asy’ariyah). Sedangkan raja saljuk penguasa ketika itu Madzhab Hanafi (Hanafi dan maturidiyah).
· Status Madrasah Nidzamiyah menurut Ahmad Tsalby.
Madrasah Nidzamiyah merupakan pembatas, untuk membedakannya dengan pendidikan Islam sebelumnya.
· Status Madrasah Nidzamiyah menurut Abdul Majid Futuh dan Hasan Abdul Aly.
Madrasah Nidzamiyah adalah milik pemerintah, sebab pemerintah ikut campur dalam penetapan kurikulum, penetapam guru dan dana yang teratur kepada madrasah.
· Pengaruh Madrasah Nidzamiyah
(a) Menurut Abdul Ghani Abud (dalam Dirasah al-muqaranah littarikh al-tarbawy) bahwa pendirian universitas-universitas dei Barat adalah sebagai hasil inspirasi dan pengaruhy madrasah nidzamiyah.
(b) Menurut George Makdisi bahwa tradisi akademik Barat secara histories mengambil banyak keuntungan dari tradisi madrasah.
§ Menurut Hasan Muhammad Hasan dan Jamaluddin dalam madaris al-tarbiyah fi al-hadarah al-islamiyah, bahwa Pada masa Klasik Madrasah diterima masyarakat Muslim karena dua sudut :
§ Dari sudut social keagamaan ; bahwa materi pokok adalah fiqh, ajaranya adalah Sunni, pengajarnya adalah ulama’.
§ Dari sudut ekonomi ; bahwa guru faqih akan mendapatkan kesejahteraan.