·Jenis institusi pendidikan Islam menurut Abdul Ghani Abud dalam fii al-tarbiyah al-islamiyah, adalah (1) Dar Al-arqam, (2) Masjid, (3) al-Kuttab, (4) halaqoh al-jawami’ (am-madrasah).
·Jenis institusi pendidikan Islam menurut Ahmad Tsalby adalah ada dua jenis :
(a)Pra Madrasah
§الكتاب لتعــليم القـــراءة والكتــــابة
§الكتاب لتعليم القران و مبادئ الإســلام
§التعــليم الاولى بالقــصور
§حوانيت الوارقــين
§منازل العــلماء
§الصالونات الادبية
§البادية
§المســجــد
(b)Madrasah
·Jenis institusi Pendidikan Islam menurut George Makdisi adalah ada dua jenis:
(a)Pra madrasah
§Exclusif (majlis / masjid agung,jami’ / halaqoh)
§Inclusif (perpustakaan, rumah sakit)
(b)Madrasah
2.Asal mula munculnya madrasah
·Latar belakang pindahnya institusi pendidikan Islam dari Masjid ke Madrasah menurut Ahmad Tsalby, adalah
terjadi secara langsung,
mengingat bahwa :
(a)Pendidikan di Masjid dianggap telah mengganggu fungsi utama lembaga itu sebagai tempat ibadah.
(b)Berkembangnya kebutuhan ilmiahsebagai akibat dari perkembanganilmu pengetahuan.
(c)Timbulnya orientasi baru dalam penyelenggaraan pendidikan. sebagian guru mulai berfikir rizqi melalui pendidikan.
·Latar belakang pindahnya institusi pendidikan Islam dari Masjid ke Madrasah menurut George Makdisi, adalah
terjadi secara tidak langsung,
tetapi melalui perantara masjid khan, yakni masjid yang dilengkapi dengan khan (tempat penginapan yang cukup. Dengan demikian “madrasah adalah sebagai tempat untuk menyatukan kelembagaan antara masjid biasa dan khan, yang didalamnya terdapat ruang belajar, masjid khan, masjid biasa.
Masjid BiasaMasjid KhanMadrasah
Abad 8-9 MAbad 10 MAbad 11 M
§Hasanawiyah al-kurdimendirikan 3000 masjid khan.
§Perkembangan madrasah dalam polanya yang utuh dipelopori oleh nidzam al-mulk tahun 457 dan selesai tahun 459 yaitu madrasah nidzamiyah.
§Hasan Muhammad hasan dan Nadiyah Jamaludin menyebutkan dalam madaris al-tarbiyah fi al-hadarah al-islamiyah , bahwa :
Madrasah adalah tradisi system pendidikan yang bercorak fiqih.(pada zaman abbasiah di Bagdad.
(1)Institusi Filsafat : dar al-hikmah, al-muntadiyat, hawanit al-wariqin.
(2)Institusi Tasawuf: zawiya, masjid, ribat, halqoh dan al-dizkir
·Madrasah Nidzamiyah didirikan oleh Nidzam al-Mulk, letaknya di pinggir sungai Dajlah
·Motivasi Pendirian madrasah Nidzamiyah,
(a)Motivasi Agama
(b)Motivasi Ekonomi
(c)Motivasi Politik
·TujuanMadrasah Nidzamiyah, adalah :
(d)menyebarkan pemikiran Sunni untuk menghadapi syiah.
(e)Meyediakan guru-guru Sunni yang cakap.
(f)Membentukkelompok Sunni yang berpartisipasi dalam menjalankan kepemerintahan.
·Status Madrasah Nidazmiyah menurut George Makdisi,
Madrasah Nidzamiyah adalah lembaga Pendidikan Islam Sunni.
Madrasah Nidzamiyah adalah milik perorangan, bukan milik pemerintah. Sebab madzhab Madrasah Nidzamiyah adalah Madzhab Sunni (Syafi’I dan Asy’ariyah). Sedangkan raja saljuk penguasa ketika itu Madzhab Hanafi (Hanafi dan maturidiyah).
·Status Madrasah Nidzamiyah menurut Ahmad Tsalby.
Madrasah Nidzamiyah merupakan pembatas, untuk membedakannya dengan pendidikan Islam sebelumnya.
·Status Madrasah Nidzamiyah menurut Abdul Majid Futuh dan Hasan Abdul Aly.
Madrasah Nidzamiyah adalah milik pemerintah, sebab pemerintah ikut campur dalam penetapan kurikulum, penetapam guru dan dana yang teratur kepada madrasah.
·Pengaruh Madrasah Nidzamiyah
(a)Menurut Abdul Ghani Abud (dalam Dirasah al-muqaranah littarikh al-tarbawy) bahwa pendirian universitas-universitas dei Baratadalah sebagai hasil inspirasi dan pengaruhy madrasah nidzamiyah.
(b)Menurut George Makdisi bahwa tradisi akademik Barat secara historiesmengambil banyak keuntungandari tradisi madrasah.
§Menurut Hasan Muhammad Hasan dan Jamaluddin dalam madaris al-tarbiyah fi al-hadarah al-islamiyah,bahwa Pada masa Klasik Madrasah diterima masyarakat Muslim karena dua sudut :
§Dari sudut social keagamaan ; bahwa materi pokok adalah fiqh, ajaranya adalah Sunni, pengajarnya adalah ulama’.
§Dari sudut ekonomi ; bahwa guru faqih akan mendapatkan kesejahteraan.
1.Sebutkan dan jelaskan Jenis institusi pendidikan dalam Islam menurut [a] Abdul Ghani Abud, [b] Ahmad Tsalby, [c] George Makdisi
2.Jelaskan perbedaan istilah-istilah berikut: [a] Jalur Pendidikan, [b] Jenjang Pendidikan, [c] Jenis Pendidikan, [d] Satuan Pendidikan !
3.Apakah yang disebut dengan pendidikan formal? Jelaskan secara singkat latarbelakang pentingnya pendidikan formal, lembaga-lembaga pendidikan formal dan peran lembaga pendidikan formal dalam membagun dan mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya !
4.Apakah yang disebut dengan pendidikan non-formal? Jelaskan secara singkat latarbelakang pentingnya pendidikan non-formal, lembaga-lembaga pendidikan non-formal dan peran lembaga pendidikan non-formal dalam membagun dan mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya !
5.Apakah yang disebut dengan pendidikan in-formal? Jelaskan secara singkat peran lembaga pendidikan in-formal dalam membagun dan mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya!
SOAL UJI KOMPETESI KD-9
1.Orientasi Umum: karakteristik dan faktor-faktor yang mendorong perlunyaPendidikan Seumur Hidup (PSH) dalam perspektif Islam
2.Kerangka kerja teoritis dan operasional PSH dalam perspektif Islam
3.Holistika Konsep Pendidikan Seumur Hidup (PSH) di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat
1.Segala sesuatu yang digunakan guru dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan, disebut dengan:
a.Wahana Pendidikan
b.Alat pendidikan
c.Sumber Pendidikan
d.Satuan Pendidikan
e.Factor Pendidikan
2.Lima Faktor dalam Pendidikan, adalah
a.Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Evaluasi
b.Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Lingkungan
c.Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Metode
d.Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Kurikulum
e.Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Materi dan Lingkungan
3.Sejak ORBA Pemerintah telah menghasilkan kebijakan kurikulum 1975 sampai kurikulum 1994 telah menuai banyak penilaian dari masyarakat sebagai kurikulum yang terlalu sarat dengan materi, tumpang tindih (overlapping), terlalu banyak hafalan, sentralisitik dan kurang mencerminkan nuansa desentralistik. Maka dengan dikembangkan ke arah kurikulum berbasis kompetensi (kbk) 2004. Isilah titik-titik berikut dengan huruf [a] apabila anda memilih jawaban "orientasi kurikulum 1994" dan dengan huruf [b] apabila anda memilih jawaban "orientasi kurikulum kbk 2004 yang kemudian disempurnakan menjadi KTSP".
3.1Target guru: menyampaikan semua materi pelajaran (…..)
3.2Siswa: keberhasilannya diukur dan dilaporkan berdasarkan pencapaian kompetensi tertentu dan bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar siswa yang lain (…..)
3.3Siswa sebagai peserta didik (…..)
3.4Siswa adalah anak didik (…..)
3.5Sifat pembelajaran adalah individual (mempertimbangkan kecepatan siswa yang tidak sama) (…..)
3.6Peran guru sebagai fasilitator (…..)
3.7Penilaian berbasis criteria (…..)
3.8Pembelajaran bersifat klasikal dengan tujuan menguasai materi pelajaran (…..)
3.9Memberikan pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi adalah terget guru (…..)
3.10Materi pembelajaran ditentukan oleh sekolah berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar (…..)
3.11Materi disusun berdasarkan karakteristik mata pelajaran, perkembangan peserta didik dan sumberdaya yg ada (…..)
3.12Kurikulum difokuskan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik (…..)
3.13Keberhasilan siswa diukur dan dilaporkan berdasarkan perolehan nilai yang dapat diperbandingkan dengan nilai siswa lainnya (…..)
3.14Guru sebagai pusat pembelajaran (…..)
3.15Fukus kurikulum adalah pada aspek kognitif (…..)
3.16Bahan ajar memanfaatkan sumberdaya di dalam dan di luar sekolah (…..)
3.17Acuan penilaian adalah norma (…..)
4.Pendekatanyang melihat bahwa pendidikan agama di sekolah, madrasah atau institusi lainnya adalah sebagai media transmisi ajaran dan keyakinanagama tertentu semata secara "ecclesiastical". Tujuannya adalah terwujudnya komitmen dogmatik peserta didik terhadap agamanya. Pendekatan ini dinamakan dengan :
a.Dogmatic approach
b.Social studies approach
c.Social planning approach
d.Social and dogmatic approach
e.Social planning and dogmatic approach
5.Pendekatan yang melihat bahwa pendidikan agama di sekolah, madrasah atau institusi lainya adalah sebagai mata pelajaran seperti mata pelajaran lainnya dan materi agama yang diajarkan dilihat sebagai sesuatu yang sekuler seperti halnya yang dilakukan oleh ilmu antropologi dan sosiologi, dikenal dengan pendekatan:
a.Dogmatic approach
b.Social studies approach
c.Social planning approach
d.Social and dogmatic approach
e.Social planning and dogmatic approach
6.Pendekatan pendidikan agama yang mendorong pemahaman dan komitmen peserta didikterhadap agama yang dipeluknya , dan pada waktu yang sama juga mendorong lahirnya sikap menghormati pemeluk dan ajaran agama lain untuk hidup saling bedampingan dalam kemajemukan, dikenal dengan pendekatan:
a.Dogmatic approach
b.Social studies approach
c.Social planning approach
d.Social and dogmatic approach
e.Social planning and dogmatic approach
7.Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang bertolak dari analisis KOMPETENSI yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu, sertamateri yang diajarkan , kriteria evaluasi sukses , dan strategi belajarnya ditetapkan sesuai dengan analisis tugas, disebut dengan:
a.Pendekatan Subyek Akademis
b.Pendekatan Humanistik
c.Pendekatan Teknologik
d.Pendekatan Rekonstruksi Sosial
8.Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang bertolak dari ide memanusiakan manusia atau memberi peluang manusia untuk menjadi lebih human, mempertinggi harkat manusia merupakan dasar filosofis dalam pengembangan program pendidikan, disebut dengan:
a.Pendekatan Subyek Akademis
b.Pendekatan Humanistik
c.Pendekatan Teknologik
d.Pendekatan Rekonstruksi Sosial
9.Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu masing-masing bahwa setiap ilmu pengetahuan memiliki sistematisasi tertentuyang berbeda dengan sistematisasi ilmu lainnya. Di samping itupengembangan kurikulum dilakukan dengan menetapkan terlebih dahulu mata kuliah/mata pelajaran apa yang harus dipelajari peserta didik. Disebut dengan:
a.Pendekatan Subyek Akademis
b.Pendekatan Humanistik
c.Pendekatan Teknologik
d.Pendekatan Rekonstruksi Sosial
10.Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang bertolak dari problem yang dihadapi dalam masyarakat, untuk selanjutnya dengan memerankan ilmu-ilmu dan teknologi serta bekerja secara kooperatif dan kolaboratif akan dicarikan upaya pemecahan menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Disebut dengan
a.Pendekatan Subyek Akademis
b.Pendekatan Humanistik
c.Pendekatan Teknologik
d.Pendekatan Rekonstruksi Sosial
11.Dalam pendidikan agama ternyata yang dinilai atau dites bukan hanya hafalan-hafalan surat pendek, hafalan rukun shalat dan seterusnya, tetapi apakah shalatnya rajin atau tidak.Untuk itu guru PAI jika ingin mengadakan tes atau pengukurankeberhasilan belajar, maka yang perlu dipertimbangkan lebih dahulu adalah masalah apa yang akan dievaluasi? Jika yang akan dites adalah aptitude, maka digunakan model evaluasi:
14.Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah kesadaran diri sebagai makhluk Tuhan, eksistensi diri, potensi diri.Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologi :
a.Personal Skill
b.Thinking Skill
c.Social Skill
d.Academic Skill
e.Vocational Skill
15.Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah Komunikasi Lisan, Komunikasi Tertulis, Bekerjasama.Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologi :
a.Personal Skill
b.Thinking Skill
c.Social Skill
d.Academic Skill
e.Vocational Skill
16.Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah Mengidentifikasi Variabel, Menghubungkan Variabel, Merumuskan Hipotesis, Melaksanakan Penelitian.Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologoi :
a.Personal Skill
b.Thinking Skill
c.Social Skill
d.Academic Skill
e.Vocational Skill
17.Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah menggali informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan, memecahkan masalah.Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologoi :
a.Personal Skill
b.Thinking Skill
c.Social Skill
d.Academic Skill
e.Vocational Skill
18.Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah kecakapan kejuruan.Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologoi :
a.Personal Skill
b.Thinking Skill
c.Social Skill
d.Academic Skill
e.Vocational Skill
19.KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulumyang menekankan pada pengembangan kemampunan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Pendidikan yang Menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan :
a.An ApproachTo Instruction That Aims To Teach Each StudentThe Basic Knowledge, Skill, And Values Esential To Competence.
b.An ApproachTo Instruction That Aims To Teach Each StudentThe Basic Knowledge, Skill, Attitudes, And Values Esential To Competence.
c.An ApproachTo Instruction That Aims To Teach Each StudentThe Basic Knowledge, Attitudes, And Values Esential To Competence.
d.An ApproachTo Instruction That Aims To Teach Each StudentThe Basic Knowledge, Skill, and Attitudes, Esential To Competence.
20.Langkah-langkah dalam penyusunan silabus dan sistem penilaian meliputi tahap-tahap berikut:
a.Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dankompetensi dasar; pemilihan pengalaman belajar; penentuan materi pokok; penentuan indikator; penilaian, perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar
b.Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dankompetensi dasar; penentuan materi pokok; penentuan indikator; pemilihan pengalaman belajar; penilaian, perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar
c.Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dankompetensi dasar; penentuan materi pokok; pemilihan pengalaman belajar; penentuan indikator; penilaian, perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar
d.Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dankompetensi dasar; penentuan materi pokok; pemilihan pengalaman belajar; penilaian, penentuan indikator; perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar
21.Kompetensi adalah
a.Pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran
b.Seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan
c.Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak
d.Seperangkat pengetahuan minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan
22.Sandar kompetensi adalah
a.Pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran
b.Seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan
c.Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak
d.Seperangkat pengetahuan minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan
23.Kompetensi Dasar adalah
a.Pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran
b.Seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan
c.Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak
d.Seperangkat pengetahuan minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan
24.Berikut adalah 8 Jenis tagihan dalam evaluasi yang dapat digunakan dalam KBK:
a.Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Porto folio.
b.Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Laporan.
c.Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Uraian Obyektif
d.Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Jawaban Singkat.
25.Ulangan harian dilakukan secara periodik di akhir pembelajaran satu atau dua kompetensi dasar. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis.
a.Ulangan Blok
b.Ulangan Harian
c.Ulangan Lisan
d.Ulangan Tulis
26.Ulangan Blok adalah ujian yang dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu waktu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi.
a.Ulangan Blok
b.Ulangan Harian
c.Ulangan Lisan
d.Ulangan Tulis
27.Bentuk instrumen dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes dan nontes. Berikut adalah 7 Bentuk instrumen tes dalam KBK
a.Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Kuis, Jawaban Singkat, Menjodohkan, Performans Dan Portofolio
b.Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Tugas Individu, Jawaban Singkat, Menjodohkan, Performans Dan Portofolio
c.Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Uraian Bebas, Jawaban Singkat, Menjodohkan, Performans Dan Portofolio
29.Disiplin adalah sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan, seperti perintah dan larangan.Disebut dengan
a.Disiplin Preventif
b.Displin Normatif
c.Disiplin Kuratif
d.Disiplin Adaptif
30.Disiplin adalah sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan, seperti pemberian ganjaran dan hukuman.Disebut dengan
a.Disiplin Preventif
b.Displin Normatif
c.Disiplin Kuratif
d.Disiplin Adaptif
31.Pendekatan yang menitik beratkan kepada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berjiwarelegius dengan bakat-bakat keagamaan.
a.Pendekatan Religious
b.Pendekatan Filosofis
c.Pendekatan Scientific
d.Pendekatan Sosio-kultural
32.Pendekatan yang memandang bahwa manusia adalah makhlukrasional atau “homo rationale”, sehingga segala sesuatu yang menyangkut pengembangannya didasarkan pada sejauh mana kemampuan berfikirnya dapat dikembangkan sampai pada titik maksimal perkembangannya.
a.Pendekatan Religious
b.Pendekatan Filosofis
c.Pendekatan Scientific
d.Pendekatan Sosio-kultural
33.Pendekatan yang bertumpu pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipandang sebagai “homo sosius” dan “homo sapiens” dalam kehidupan bermasyarakat yang berkebudayaan. Dengan demikian pengaruh lingkungan masyarakat dan perkembangan kebudayaannya sangat besar artinya bagi proses poendidikan dan individunya.
a.Pendekatan Religious
b.Pendekatan Filosofis
c.Pendekatan Scientific
d.Pendekatan Sosio-kultural
34.Pendekatan dimana titik beratnya terletak pada pandangan bahwa manusia memiliki kemampuan menciptakan (kognitif), berkemauan (konatif) dan merasa (emosional atau affektif). Pendidikan harusdapat mengembangkan kemampuan analitis-analitis dan reflektif dalam berfikir.