26 Juni 2009

madrasah dalam tinjauan historis

MADRASAH

DALAM TINJAUAN HISTORIS

PADA ISLAM KLASIK

1. Jenis Institusi Pendidikan Islam

· Jenis institusi pendidikan Islam menurut Abdul Ghani Abud dalam fii al-tarbiyah al-islamiyah, adalah (1) Dar Al-arqam, (2) Masjid, (3) al-Kuttab, (4) halaqoh al-jawami’ (am-madrasah).

· Jenis institusi pendidikan Islam menurut Ahmad Tsalby adalah ada dua jenis :

(a) Pra Madrasah

§ الكتاب لتعــليم القـــراءة والكتــــابة

§ الكتاب لتعليم القران و مبادئ الإســلام

§ التعــليم الاولى بالقــصور

§ حوانيت الوارقــين

§ منازل العــلماء

§ الصالونات الادبية

§ البادية

§ المســجــد

(b) Madrasah

· Jenis institusi Pendidikan Islam menurut George Makdisi adalah ada dua jenis:

(a) Pra madrasah

§ Exclusif (majlis / masjid agung, jami’ / halaqoh)

§ Inclusif (perpustakaan, rumah sakit)

(b) Madrasah


2. Asal mula munculnya madrasah


· Latar belakang pindahnya institusi pendidikan Islam dari Masjid ke Madrasah menurut Ahmad Tsalby, adalah

terjadi secara langsung,

mengingat bahwa :

(a) Pendidikan di Masjid dianggap telah mengganggu fungsi utama lembaga itu sebagai tempat ibadah.

(b) Berkembangnya kebutuhan ilmiah sebagai akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan.

(c) Timbulnya orientasi baru dalam penyelenggaraan pendidikan. sebagian guru mulai berfikir rizqi melalui pendidikan.

· Latar belakang pindahnya institusi pendidikan Islam dari Masjid ke Madrasah menurut George Makdisi, adalah

terjadi secara tidak langsung,

tetapi melalui perantara masjid khan, yakni masjid yang dilengkapi dengan khan (tempat penginapan yang cukup. Dengan demikian “madrasah adalah sebagai tempat untuk menyatukan kelembagaan antara masjid biasa dan khan, yang didalamnya terdapat ruang belajar, masjid khan, masjid biasa.

Masjid Biasa Masjid Khan Madrasah

Abad 8-9 M Abad 10 M Abad 11 M

§ Hasanawiyah al-kurdi mendirikan 3000 masjid khan.

§ Perkembangan madrasah dalam polanya yang utuh dipelopori oleh nidzam al-mulk tahun 457 dan selesai tahun 459 yaitu madrasah nidzamiyah.

§ Hasan Muhammad hasan dan Nadiyah Jamaludin menyebutkan dalam madaris al-tarbiyah fi al-hadarah al-islamiyah , bahwa :

Madrasah adalah tradisi system pendidikan yang bercorak fiqih. (pada zaman abbasiah di Bagdad.

(1) Institusi Filsafat : dar al-hikmah, al-muntadiyat, hawanit al-wariqin.

(2) Institusi Tasawuf : zawiya, masjid, ribat, halqoh dan al-dizkir

(3) Institusi Syiah : darul hikmah, al-masjid

(4) Institusi Kalam : al-masjid, al-maktab, hawanit al-wariqin, al-muntadiyat

(5) Institusi Fiqih : al-katatib, al-madaris, al-masjid.


3. Madrasah Nidzamiyah di Bagdad


Mulai didirikan 457 dan selesai 459 H

(akhir abad 4 H awal abad 5 H)

· Madrasah Nidzamiyah didirikan oleh Nidzam al-Mulk, letaknya di pinggir sungai Dajlah

· Motivasi Pendirian madrasah Nidzamiyah,

(a) Motivasi Agama

(b) Motivasi Ekonomi

(c) Motivasi Politik

· Tujuan Madrasah Nidzamiyah, adalah :

(d) menyebarkan pemikiran Sunni untuk menghadapi syiah.

(e) Meyediakan guru-guru Sunni yang cakap.

(f) Membentuk kelompok Sunni yang berpartisipasi dalam menjalankan kepemerintahan.

· Status Madrasah Nidazmiyah menurut George Makdisi,

Madrasah Nidzamiyah adalah lembaga Pendidikan Islam Sunni.

Madrasah Nidzamiyah adalah milik perorangan, bukan milik pemerintah. Sebab madzhab Madrasah Nidzamiyah adalah Madzhab Sunni (Syafi’I dan Asy’ariyah). Sedangkan raja saljuk penguasa ketika itu Madzhab Hanafi (Hanafi dan maturidiyah).

· Status Madrasah Nidzamiyah menurut Ahmad Tsalby.

Madrasah Nidzamiyah merupakan pembatas, untuk membedakannya dengan pendidikan Islam sebelumnya.

· Status Madrasah Nidzamiyah menurut Abdul Majid Futuh dan Hasan Abdul Aly.

Madrasah Nidzamiyah adalah milik pemerintah, sebab pemerintah ikut campur dalam penetapan kurikulum, penetapam guru dan dana yang teratur kepada madrasah.

· Pengaruh Madrasah Nidzamiyah

(a) Menurut Abdul Ghani Abud (dalam Dirasah al-muqaranah littarikh al-tarbawy) bahwa pendirian universitas-universitas dei Barat adalah sebagai hasil inspirasi dan pengaruhy madrasah nidzamiyah.

(b) Menurut George Makdisi bahwa tradisi akademik Barat secara histories mengambil banyak keuntungan dari tradisi madrasah.

§ Menurut Hasan Muhammad Hasan dan Jamaluddin dalam madaris al-tarbiyah fi al-hadarah al-islamiyah, bahwa Pada masa Klasik Madrasah diterima masyarakat Muslim karena dua sudut :

§ Dari sudut social keagamaan ; bahwa materi pokok adalah fiqh, ajaranya adalah Sunni, pengajarnya adalah ulama’.

§ Dari sudut ekonomi ; bahwa guru faqih akan mendapatkan kesejahteraan.

SOAL kd__8__9

UJI KOMPETESI KD-8 DAN KD-9

MATA KULIAH : ILMU PENDIDIKAN ISLAM

SEMESTER : IV TB (E-F)

DOSEN PEMBINA : BASUKI, M.Ag


SOAL UJI KOMPETENSI KD-8

1. Sebutkan dan jelaskan Jenis institusi pendidikan dalam Islam menurut [a] Abdul Ghani Abud, [b] Ahmad Tsalby, [c] George Makdisi

2. Jelaskan perbedaan istilah-istilah berikut: [a] Jalur Pendidikan, [b] Jenjang Pendidikan, [c] Jenis Pendidikan, [d] Satuan Pendidikan !
3. Apakah yang disebut dengan pendidikan formal? Jelaskan secara singkat latarbelakang pentingnya pendidikan formal, lembaga-lembaga pendidikan formal dan peran lembaga pendidikan formal dalam membagun dan mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya !
4. Apakah yang disebut dengan pendidikan non-formal? Jelaskan secara singkat latarbelakang pentingnya pendidikan non-formal, lembaga-lembaga pendidikan non-formal dan peran lembaga pendidikan non-formal dalam membagun dan mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya !
5. Apakah yang disebut dengan pendidikan in-formal? Jelaskan secara singkat peran lembaga pendidikan in-formal dalam membagun dan mengembangkan sumber daya manusia seutuhnya!


SOAL UJI KOMPETESI KD-9


1. Orientasi Umum: karakteristik dan faktor-faktor yang mendorong perlunya Pendidikan Seumur Hidup (PSH) dalam perspektif Islam

2. Kerangka kerja teoritis dan operasional PSH dalam perspektif Islam

3. Holistika Konsep Pendidikan Seumur Hidup (PSH) di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat



SELAMAT MENGERJAKAN

"UJIAN" ADALAH "BELAJAR"

DAN "BELAJAR", "BUKAN UNTUK UJIAN"

11 Juni 2009

soal ipi kd-7 (b)

UJIAN KD-7 (b)




Definisi Operasional

Implementasi

Kelebihan

Kekurangan

1

Al-Tarbiyah bi al-Hiwar al-Qur'ani wa al-Nabawy





2

Al-Tarbiyah bi al-Qashas al-Qur'ani wa al-Nabawy





3

Al-Tarbiyah bi Dharbi al-Amtsal





4

Al-Tarbiyah bi al-Qudwah





5

Al-Tarbiyah bi al-Mumarasah wa al-'Amal





6

Al-Tarbiyah bi al-'Ibrah wa al-Mau'idhah





7

Al-Tarbiyah bi al-Tarhib wa al-Targhib.





soal ipi kd-7 (a)

UJIAN IPI KD-7

1. Segala sesuatu yang digunakan guru dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan, disebut dengan:

a. Wahana Pendidikan

b. Alat pendidikan

c. Sumber Pendidikan

d. Satuan Pendidikan

e. Factor Pendidikan

2. Lima Faktor dalam Pendidikan, adalah

a. Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Evaluasi

b. Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Lingkungan

c. Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Metode

d. Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Alat Pendidikan dan Kurikulum

e. Tujuan, Pendidik, Peserta Didik, Materi dan Lingkungan

3. Sejak ORBA Pemerintah telah menghasilkan kebijakan kurikulum 1975 sampai kurikulum 1994 telah menuai banyak penilaian dari masyarakat sebagai kurikulum yang terlalu sarat dengan materi, tumpang tindih (overlapping), terlalu banyak hafalan, sentralisitik dan kurang mencerminkan nuansa desentralistik. Maka dengan dikembangkan ke arah kurikulum berbasis kompetensi (kbk) 2004. Isilah titik-titik berikut dengan huruf [a] apabila anda memilih jawaban "orientasi kurikulum 1994" dan dengan huruf [b] apabila anda memilih jawaban "orientasi kurikulum kbk 2004 yang kemudian disempurnakan menjadi KTSP".

3.1 Target guru: menyampaikan semua materi pelajaran (…..)

3.2 Siswa: keberhasilannya diukur dan dilaporkan berdasarkan pencapaian kompetensi tertentu dan bukan didasarkan atas perbandingan dengan hasil belajar siswa yang lain (…..)

3.3 Siswa sebagai peserta didik (…..)

3.4 Siswa adalah anak didik (…..)

3.5 Sifat pembelajaran adalah individual (mempertimbangkan kecepatan siswa yang tidak sama) (…..)

3.6 Peran guru sebagai fasilitator (…..)

3.7 Penilaian berbasis criteria (…..)

3.8 Pembelajaran bersifat klasikal dengan tujuan menguasai materi pelajaran (…..)

3.9 Memberikan pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi adalah terget guru (…..)

3.10 Materi pembelajaran ditentukan oleh sekolah berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar (…..)

3.11 Materi disusun berdasarkan karakteristik mata pelajaran, perkembangan peserta didik dan sumberdaya yg ada (…..)

3.12 Kurikulum difokuskan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik (…..)

3.13 Keberhasilan siswa diukur dan dilaporkan berdasarkan perolehan nilai yang dapat diperbandingkan dengan nilai siswa lainnya (…..)

3.14 Guru sebagai pusat pembelajaran (…..)

3.15 Fukus kurikulum adalah pada aspek kognitif (…..)

3.16 Bahan ajar memanfaatkan sumberdaya di dalam dan di luar sekolah (…..)

3.17 Acuan penilaian adalah norma (…..)

4. Pendekatan yang melihat bahwa pendidikan agama di sekolah, madrasah atau institusi lainnya adalah sebagai media transmisi ajaran dan keyakinan agama tertentu semata secara "ecclesiastical". Tujuannya adalah terwujudnya komitmen dogmatik peserta didik terhadap agamanya. Pendekatan ini dinamakan dengan :

a. Dogmatic approach

b. Social studies approach

c. Social planning approach

d. Social and dogmatic approach

e. Social planning and dogmatic approach

5. Pendekatan yang melihat bahwa pendidikan agama di sekolah, madrasah atau institusi lainya adalah sebagai mata pelajaran seperti mata pelajaran lainnya dan materi agama yang diajarkan dilihat sebagai sesuatu yang sekuler seperti halnya yang dilakukan oleh ilmu antropologi dan sosiologi, dikenal dengan pendekatan:

a. Dogmatic approach

b. Social studies approach

c. Social planning approach

d. Social and dogmatic approach

e. Social planning and dogmatic approach

6. Pendekatan pendidikan agama yang mendorong pemahaman dan komitmen peserta didik terhadap agama yang dipeluknya , dan pada waktu yang sama juga mendorong lahirnya sikap menghormati pemeluk dan ajaran agama lain untuk hidup saling bedampingan dalam kemajemukan, dikenal dengan pendekatan:

a. Dogmatic approach

b. Social studies approach

c. Social planning approach

d. Social and dogmatic approach

e. Social planning and dogmatic approach

7. Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang bertolak dari analisis KOMPETENSI yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu, serta materi yang diajarkan , kriteria evaluasi sukses , dan strategi belajarnya ditetapkan sesuai dengan analisis tugas, disebut dengan:

a. Pendekatan Subyek Akademis

b. Pendekatan Humanistik

c. Pendekatan Teknologik

d. Pendekatan Rekonstruksi Sosial

8. Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang bertolak dari ide memanusiakan manusia atau memberi peluang manusia untuk menjadi lebih human, mempertinggi harkat manusia merupakan dasar filosofis dalam pengembangan program pendidikan, disebut dengan:

a. Pendekatan Subyek Akademis

b. Pendekatan Humanistik

c. Pendekatan Teknologik

d. Pendekatan Rekonstruksi Sosial

9. Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu masing-masing bahwa setiap ilmu pengetahuan memiliki sistematisasi tertentu yang berbeda dengan sistematisasi ilmu lainnya. Di samping itu pengembangan kurikulum dilakukan dengan menetapkan terlebih dahulu mata kuliah/mata pelajaran apa yang harus dipelajari peserta didik. Disebut dengan:

a. Pendekatan Subyek Akademis

b. Pendekatan Humanistik

c. Pendekatan Teknologik

d. Pendekatan Rekonstruksi Sosial

10. Penyusunan dan pengembangan kurikulum atau program pendidikan yang bertolak dari problem yang dihadapi dalam masyarakat, untuk selanjutnya dengan memerankan ilmu-ilmu dan teknologi serta bekerja secara kooperatif dan kolaboratif akan dicarikan upaya pemecahan menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Disebut dengan

a. Pendekatan Subyek Akademis

b. Pendekatan Humanistik

c. Pendekatan Teknologik

d. Pendekatan Rekonstruksi Sosial

11. Dalam pendidikan agama ternyata yang dinilai atau dites bukan hanya hafalan-hafalan surat pendek, hafalan rukun shalat dan seterusnya, tetapi apakah shalatnya rajin atau tidak. Untuk itu guru PAI jika ingin mengadakan tes atau pengukuran keberhasilan belajar, maka yang perlu dipertimbangkan lebih dahulu adalah masalah apa yang akan dievaluasi? Jika yang akan dites adalah aptitude, maka digunakan model evaluasi:

a. Evaluasi Acuan Norma/kelompok (Norm/Group Referenced Evaluation)

b. Evaluasi Acuan Patokan (Creterian Referenced Evaluation)

c. Evaluasi Acuan Etik

d. Evaluasi Berbasis Kelas

e. Evaluasi Berbasis Individual

12. Dan Jika yang akan dites adalah personality, maka digunakan model evaluasi:

a. Evaluasi Acuan Norma/kelompok (Norm/Group Referenced Evaluation)

b. Evaluasi Acuan Patokan (Creterian Referenced Evaluation)

c. Evaluasi Acuan Etik

d. Evaluasi Berbasis Kelas

e. Evaluasi Berbasis Individual

13. Dan Jika yang akan dites adalah achievement, maka digunakan model evaluasi:

a. Evaluasi Acuan Norma/kelompok (Norm/Group Referenced Evaluation)

b. Evaluasi Acuan Patokan (Creterian Referenced Evaluation)

c. Evaluasi Acuan Etik

d. Evaluasi Berbasis Kelas

e. Evaluasi Berbasis Individual

14. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah kesadaran diri sebagai makhluk Tuhan, eksistensi diri, potensi diri. Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologi :

a. Personal Skill

b. Thinking Skill

c. Social Skill

d. Academic Skill

e. Vocational Skill

15. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah Komunikasi Lisan, Komunikasi Tertulis, Bekerjasama. Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologi :

a. Personal Skill

b. Thinking Skill

c. Social Skill

d. Academic Skill

e. Vocational Skill

16. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah Mengidentifikasi Variabel, Menghubungkan Variabel, Merumuskan Hipotesis, Melaksanakan Penelitian. Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologoi :

a. Personal Skill

b. Thinking Skill

c. Social Skill

d. Academic Skill

e. Vocational Skill

17. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah menggali informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan, memecahkan masalah. Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologoi :

a. Personal Skill

b. Thinking Skill

c. Social Skill

d. Academic Skill

e. Vocational Skill

18. Proses pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dan pengalaman belajar. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup (life skill) yang harus dimiliki oleh siswa, diantaranya adalah kecakapan kejuruan. Dalam konteks life skill yang dirumuskan dalam SISDIKNAS, termasuk tipologoi :

a. Personal Skill

b. Thinking Skill

c. Social Skill

d. Academic Skill

e. Vocational Skill

19. KBK dapat diartikan sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampunan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Pendidikan yang Menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan :

a. An Approach To Instruction That Aims To Teach Each Student The Basic Knowledge, Skill, And Values Esential To Competence.

b. An Approach To Instruction That Aims To Teach Each Student The Basic Knowledge, Skill, Attitudes, And Values Esential To Competence.

c. An Approach To Instruction That Aims To Teach Each Student The Basic Knowledge, Attitudes, And Values Esential To Competence.

d. An Approach To Instruction That Aims To Teach Each Student The Basic Knowledge, Skill, and Attitudes, Esential To Competence.

20. Langkah-langkah dalam penyusunan silabus dan sistem penilaian meliputi tahap-tahap berikut:

a. Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar; pemilihan pengalaman belajar; penentuan materi pokok; penentuan indikator; penilaian, perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar

b. Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar; penentuan materi pokok; penentuan indikator; pemilihan pengalaman belajar; penilaian, perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar

c. Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar; penentuan materi pokok; pemilihan pengalaman belajar; penentuan indikator; penilaian, perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar

d. Identifikasi mata pelajaran; perumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar; penentuan materi pokok; pemilihan pengalaman belajar; penilaian, penentuan indikator; perkiraan waktu yang dibutuhkan; dan pemilihan sumber/bahan/alat belajar

21. Kompetensi adalah

a. Pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran

b. Seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan

c. Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak

d. Seperangkat pengetahuan minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan

22. Sandar kompetensi adalah

a. Pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran

b. Seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan

c. Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak

d. Seperangkat pengetahuan minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan

23. Kompetensi Dasar adalah

a. Pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran

b. Seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan

c. Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak

d. Seperangkat pengetahuan minimal yang harus dikuasai, agar peserta didik mencapai standart kompetensi yang telah ditentukan

24. Berikut adalah 8 Jenis tagihan dalam evaluasi yang dapat digunakan dalam KBK:

a. Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Porto folio.

b. Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Laporan.

c. Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Uraian Obyektif

d. Kuis, Pertanyaan Lisan, Ulangan Harian, Ulangan Blok, Tugas Individu, Tugas kelompok, Ujian Praktik, Jawaban Singkat.

25. Ulangan harian dilakukan secara periodik di akhir pembelajaran satu atau dua kompetensi dasar. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis.

a. Ulangan Blok

b. Ulangan Harian

c. Ulangan Lisan

d. Ulangan Tulis

26. Ulangan Blok adalah ujian yang dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu waktu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi.

a. Ulangan Blok

b. Ulangan Harian

c. Ulangan Lisan

d. Ulangan Tulis

27. Bentuk instrumen dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tes dan nontes. Berikut adalah 7 Bentuk instrumen tes dalam KBK

a. Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Kuis, Jawaban Singkat, Menjodohkan, Performans Dan Portofolio

b. Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Tugas Individu, Jawaban Singkat, Menjodohkan, Performans Dan Portofolio

c. Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Uraian Bebas, Jawaban Singkat, Menjodohkan, Performans Dan Portofolio

d. Pilihan Ganda, Uraian Objektif, Uraian Bebas, Jawaban Singkat, Ulangan Blok, Performans Dan Portofolio

28. Sedangkan bentuk instrumen nontes meliputi:

a. Wawancara, Inventori, Dan Pengamatan.

b. Wawancara, Dokumentasi Dan Pengamatan.

c. Wawancara Idan Pengamatan.

d. Wawancara, Inventori, Dan Dokumentasi.

29. Disiplin adalah sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan, seperti perintah dan larangan. Disebut dengan

a. Disiplin Preventif

b. Displin Normatif

c. Disiplin Kuratif

d. Disiplin Adaptif

30. Disiplin adalah sebagai alat pendidikan berarti segala peraturan yang harus ditaati dan dilaksanakan, seperti pemberian ganjaran dan hukuman. Disebut dengan

a. Disiplin Preventif

b. Displin Normatif

c. Disiplin Kuratif

d. Disiplin Adaptif

31. Pendekatan yang menitik beratkan kepada pandangan bahwa manusia adalah makhluk yang berjiwa relegius dengan bakat-bakat keagamaan.

a. Pendekatan Religious

b. Pendekatan Filosofis

c. Pendekatan Scientific

d. Pendekatan Sosio-kultural

32. Pendekatan yang memandang bahwa manusia adalah makhluk rasional atau “homo rationale”, sehingga segala sesuatu yang menyangkut pengembangannya didasarkan pada sejauh mana kemampuan berfikirnya dapat dikembangkan sampai pada titik maksimal perkembangannya.

a. Pendekatan Religious

b. Pendekatan Filosofis

c. Pendekatan Scientific

d. Pendekatan Sosio-kultural

33. Pendekatan yang bertumpu pandangan bahwa manusia adalah makhluk bermasyarakat dan berkebudayaan sehingga dipandang sebagai “homo sosius” dan “homo sapiens” dalam kehidupan bermasyarakat yang berkebudayaan. Dengan demikian pengaruh lingkungan masyarakat dan perkembangan kebudayaannya sangat besar artinya bagi proses poendidikan dan individunya.

a. Pendekatan Religious

b. Pendekatan Filosofis

c. Pendekatan Scientific

d. Pendekatan Sosio-kultural

34. Pendekatan dimana titik beratnya terletak pada pandangan bahwa manusia memiliki kemampuan menciptakan (kognitif), berkemauan (konatif) dan merasa (emosional atau affektif). Pendidikan harusdapat mengembangkan kemampuan analitis-analitis dan reflektif dalam berfikir.

a. Pendekatan Religious

b. Pendekatan Filosofis

c. Pendekatan Scientific

d. Pendekatan Sosio-kultural